Tren YOLO Yang Sedang Tren Di Korea Selatan Jadi Ladang Bisnis Para Pengusaha

Chexing.net – Salah satu negara yang mempunyai populasi penduduk besar yakni negara Korea Selatan dengan banyak 51,25 juta. Dengan banyaknya populasi penduduknya yang besar juga menjadikan negara tersebut menjadi salah satu negara dengan tingkat kesibukan yang begitu tinggi.

Tapi dengan suasana yanga terlihat saat ini di kota-kota besar yang ada di Korea Selatan nantinya akan lebih sepi. Meski dengan jumlah penduduk yang lumayan besar, tidak semua warga Korsel menyukai apa itu keramaian.

Justru saat ini sedang banyak bermunculan gaya hidup baru yang tengah populer dengan sebutan YOLO. Apa itu YOLO? kata sebutan tersebut merupakan singkatan dari “You Only Live Once”.

YOLO merupakan salah satu tren pilihan bagi menrka yang menginginkan hidup bahagian tanpa adanya pasangan di samping mereka. Dengan lahirnya tren tersebutlah menjadikan salah satu lahan bisnis yang baru untuk sejumlah perusahaan yang ada di Korsel.

Beberapa restoran membuat area khusus untuk para tamu yang ingin makan atau minum sendirian. Bahkan ada perusahaan wedding organizer yang menawarkan paket pemotretan pernikahan untuk para wanita single. Dengan target pemasaran, para wanita yang bekerja dan juga masih berstatus single dan masih ingin fokus terhadap karir mereka.

Namun disisi lain, mereka juga ingin merasakan sedikit pengalaman dari proses bagaimana pernikahan itu. Salah satunya, pemotretan pre-wedding atau pernikahan.

Tren YOLO ini sebenarnya memiliki dampak positif, yakni mengajak orang untuk menikmati hidup, dalam keadaan apapun. Entah itu sebagai single, sebagai pasangan atau sudah berkeluarga. Tapi di sisi lain tren ini menimbulkan kekhawatiran.

Pemerintah Korea Selatan seperti dikutip dari Koreaboo menghadapi isu menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya rumah tangga yang dijalani wanita single, terutama di kalangan wanita bekerja. Data statistik menunjukkan bahwa gaya hidup YOLO peminatnya terus meningkat sejak tahun 1990.

Masalah ini pun sudah sampai ke Presiden Korea Selatan yang baru, Moon Jae In, yang juga cukup khawatir dengan gaya hidup YOLO.

“Gaya hidup honbap (YOLO) seperti ini bukan sekadar hidup sendiri saja, tapi juga memicu diet tak seimbang, yang bisa mengganggu kesehatan anak muda,” ujar Moon Jae In.

Kalau gaya hidup YOLO terus meningkat hingga terbentuk tradisi untuk tetap melajang, bukan tidak mungkin kebiasaan serta gaya hidup masyarakat Korea Selatan akan berubah secara drastis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *